Beranda » Berita » Syarat yang harus disiapkan untuk kunjungan ke Singapura

Syarat yang harus disiapkan untuk kunjungan ke Singapura

Reflytrip.id – Singapura saat ini tengah menerapkan uji coba pengaturan jalur cepat (Fast Lane arrangement) bersama dengan negara lain untuk kembali membuka perbatasan secara bertahap, hal ini untuk memungkinkan warganya beraktivitas di luar negeri dan sebaliknya. Untuk masuk ke Singapura, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan disiapkan.

Indonesia bersama, Malaysia, Tiongkok, Brunei Darussalam, Jepang, Singapura dan Republik Korea tergabung dalam Reciprocal Green Lane (RGL). Ini memungkinkan dimulainya kembali perjalanan pendek untuk kepentingan bisnis dan perjalanan resmi penting lainnya.

Keberangkatan

Untuk bisa masuk ke Singapura setiap pengunjung dari negara lain diwajibkan mendaftar SafeTravel Pass (STP) melalui badan pemerintah atau perusahaan yang menjadi sponsor atau memberikan undangan datang ke Singapura sehingga kunjungan ini tidak memungkinkan atas nama pribadi.

Perusahaan atau pemerintah yang menjadi sponsor nantinya akan mengajukan STP atas nama Anda. Persetujuan maupun penolakan STP diberikan kepada sponsor yang kemudian akan diteruskan kepada Anda.

Pengunjung pun harus memiliki SG Arrival Card (SGAC) terdiri dari surat keterangan sehat hasil tes PCR negatif 72 jam sebelum berangkat dan melaporkan akomodasi dan rencana perjalanan melalui aplikasi Safe Travel Concierge (STC).

Mengenai rencana perjalanan, pengunjung hanya boleh singgah di tempat-tempat bisnis, hotel dan melakukan kontak secara terbatas dengan warga setempat. Artinya pengunjung tidak diperkenankan berkunjung ke tempat rekreasi, shopping atau melakukan janji temu secara pribadi kecuali masuk di dalam pengajuan rencana perjalanan terkontrol.

RGL sendiri memberi syarat rencana perjalanan paling lama hanya 10 hari dan tidak diizinkan untuk melakukan perpanjangan. Selain itu, pengunjung tidak diperbolehkan membawa anggota keluarga lain dari Indonesia ketika kunjungan.

Contohnya, dalam melakukan perjalanan bisnis, Anda mengajak anggota keluarga, dengan tujuan ketika ada perteuan bisnis, pihak keluarga bisa melakukan rekreasi atau belanja. Hal itu sangat tidak diperkenankan dan jika ketahuan melanggar bisa mendapat sanksi tertentu dan tentu saja akan merugikan Anda untuk melakukan kunjungan di kemudian hari.

“Pengundang wajib membuat itinerary bagi pengunjung dan sebagai organization agency guarantee yang akan stick to the itinerary. Pemerintah Indonesia sudah sepakat ini adalah aturannya,” ucap Mohamed Firhan Abdul Salam, perwakilan Singapore Tourism Board Indonesia di Singapura beberapa waktu lalu.

Sebelum berangkat, pengunjung pun harus memesan tes PCR untuk tiba di bandara Changi, Singapura. Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi STC, dan nantinya Anda tinggal menunjukkan barcode pemesanan kepada petugas imigrasi di Changi.

Tiba di Singapura

Seluruh dokumen seperti tiket, paspor, rencana perjalanan, surat persetujuan STP dan hasi tes negatif PCR dari Indonesia dicek terlebih dahulu dan ditunjukkan ke petugas imigrasi di Changi Airport. Ketika semua pemeriksaan dokumen ini selesai, pengunjung akan diarahkan untuk menjalani tes PCR kedatangan di bandara.

Setelah melakukan tes, pengunjung akan diarahkan mengambil token TraceTogether. Penggunaan token dan aktivasi ini sifatnya wajib agar memudahkan pelacakan seandainya terdeteksi ada yang terkena covid-19 dan pengunjung sedang ada didekatnya.

Pengunjung kemudian bisa menuju area penjemputan, dimana sarana transportasi sudah diatur sebelumnya dan akan langsung dibawa ke hotel. Pengunjung lalu diminta untuk mengisolasi diri sampai hasil tes keluar maksimal 48 jam.

Jika hasilnya positif, maka pengunjung langsung dijemput ambulans untuk melakukan perawatan medis. Seluruh biaya pengobatan ditanggung sendiri oleh pengunjung kecuali ditanggung asuransi oleh pihak sponsor.

Kepulangan

Sebelum pulang ke Indonesia, pengunjung wajib melakukan tes PCR setidaknya 72 jam sebelum berangkat penerbangan di klinik rujukan di Singapura. Hasi ini harus dibawa dan ditunjukkan ketika check in di Changi. Dan petugas imigrasi di bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Pengunjung wajib mengembalikan token TraceTogether di bandara Changi sebelum keberangkatan. (Antara)

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.