Beranda » Destinasi » Menengok Keindahan Destinasi Wisata Banda Aceh

Banda Aceh dapat dicapai dengan mudah dari berbagai kota besar di Indonesia, Banda Aceh bisa menjadi alternative untuk mencari suasana baru selama akhir pekan. Tinggal menyeberang naik feri pun sudah tiba di pulau Weh dengan Sabang sebagai titik Nol Kilometer wilayah Indonesia yang dikelilingi pantai dan alam bawah laut yang menakjubkan. Untuk urusan kuliner, Aceh yang multi kultur pun menyumbangkan banyak ikon kuliner Indonesia.

Masjid Agung Baiturrahman

Menengok Keindahan Destinasi Wisata Banda Aceh

Bangunan megah dengan halaman yang berhiaskan kolam, rerumputan, dan pepohonan ini awalnya dibangun pada abad 13 atau abad 17 menurut versi cerita yang lain – dengan bentuk persegi yang terbuat dari kayu, sebelum kemudian dibakar dan dibangun kembali oleh Belanda pada abad 19.

Tampak menonjol dengan lima menara dan tujuh kubah, interiornya pun dikerjakan sangat detail. Pintu masuknya berupa lengkungan yang disangga pilar dengan ornament cantik di atasnya dan bakal terlihat apik bila dipotret saat langit cerah. Dinding bagian dalamnya didominasi relief arabesque, sementara pada empat sisi atap di bawah kubah tertulis ayat Al-Quran berwarna kuning keemasan dengan latar hijau. Untuk masuk ke sini, wanita mesti mengenakan kerudung dan rok atau celana panjang longgar, sementara pria harus memakai baju atasan yang berlengan dan celana panjang.

Museum Tsunami Aceh

Dibangun sebagai monument simbolis untuk gempa bumi dan tsunami pada 2004 lalu sekaligus pusat pendidikan dan tempat perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi, museum rancangan Ridwan Kamil ini memiliki arsitektur ang terinspirasi oleh rumah panggung Aceh. Saat memasukinya, pengunjung disambut lorong gelap dengan air yang memercik keluar dari dinding untuk menggambarkan suasana mencekam saat tsunami tiba.

Memorial Hall di dalamnya memiliki 26 monitor yang masing-masing menampilkan foto korban. Angka 26 ini sendiri merupakan tanggal kejadian ketika tsunami yaitu 26 Desember. Buka setiap Sabtu hingga Kamis pukul 10.00 hingga 12.00 dan 15.00 hingga 17.00. Tiket masuknya gratis.

Kapal Di Atas Rumah

Berlokasi di Kampung Lampulo, kapal nelayan seberat 65 ton dan sepanjang 25 meter yang terseret ke daratan sejauh tiga kilometer dan tersangkut di atap rumah keluarga Missbah dan Abassiah ini adalah salah satu bukti kedahsyatan tsunami pada 2004.

Dijuluki Kapal Nuh, kini kapal tersebut menjadi salah satu objek wisata di Banda Aceh yang bisa dicapai dengan menyewa mobil atau becak di pusat kota. Tersedia tangga di sekitar lokasi yang bisa dinaiki untuk menyaksikan kapal ini dari atas, dan pengunjung tidak akan dikenakan biaya sedikitpun saat berkunjung ke sini, walau terdapat kotak amal bila ingin memberikan donasi.

Pantai Lampuuk

Terletak di pantai barat Aceh atau sekitar kurang lebih 20 kilometer dari Banda Aceh, pesona pantai ini terletak pada hamparan pasir putihnya yang bersih, perairan berwarna hijau kebiruan, rindangnya pepohonan di tepian, serta pemandangan matahari terbenam yang memukau. Ombaknya cukup besar sehingga cocok untuk berselancar, selain juga dapat untuk berenang dan bermain banana boat. Mereka yang tidak bermain air dapat menyusuri tepi pantainya yang membentang hingga lima kilometer, kemudian duduk-duduk di saung yang berjajar di pantai sambil menyantap ikan bakar dan minum es kelapa. Di sini juga terdapat tempat konservasi penyu di mana turis dapat melihat tukik yang ditampung dalam kolam kecil dan bakal dilepas ke laut jika telah cukup dewasa.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.